Tampilkan postingan dengan label Family. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Family. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Februari 2017

"Bahagianya" Hidupku Waktu Kecil, Sampai Foto Masa Kanak-Kanakpun Tidak Ada

Satu-satunya foto masa kanak-kanak yang benar-benar nempel pada ingatan dan benar-benar terpampang pada dinding rumah adalah foto ketika bapak wisuda sarjana. Waktu itu kami berempat, bapak, ibu, saya dan adik.

Saya baru berumur 10 tahun.

Itulah foto kenang-kenangan yang tidak akan pernah saya lupakan dan selalu menjadi penyemangat hidup agar kelak bisa menjadi seperti bapak yang menjadi sarjana dengan usaha dan keringatnya sendiri sembari membiayai kami sekeluarga.



Tiba-tiba saya ingat dengan kenangan ini ketika istri menyatakan kalau ia lebih beruntung dibanding saya, karena ia mempunyai banyak album kenangan sewaktu kanak-kanak. Mulai dari ulang tahun, foto di tempat wisata dan lainnya.


Dan itu memang betul sekali..

Jangankan untuk merayakan ulang tahun, untuk makan sehari-hari saja, dulu kami sekeluarga syukurnya sudah melimpah-limpah. Tak pernah terpikir dalam hati kalau saya akan merayakan ulang tahun. Tidak pernah.

Apalagi mencoba untuk berfoto, kamera darimana?

Saya lahir tahun 1985 dan teknologi masih seret perkembangannya. Memang sudah ada kamera, tapi hanya untuk kalangan terbatas dan itupun harus pergi ke kota dan merogoh kocek lagi. Suatu pilihan yang sangat dihindari orang tua mengingat setiap lembar uang sangat berarti.

Jujur, entah mengapa saya tidak pernah memikirkan untuk berfoto dulu. Masa kanak-kanak sudah terhabiskan untuk bersenang-senang dengan sapi, sawah dan sekolah.

Sehabis pulang sekolah, masakan ibu sudah menyambut. Enak banget masakannya, walaupun sederhana tapi saya puas menyantap. Sayur, tempe dan tahu adalah menu yang mendominasi dikeseharian.

Daging?
Jarang, lagian agak mahal..

Gaji bapak sebagai seorang pegawai negeri sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok kami, tidak ada beli mainan apalagi sekedar berfoto. Uang yang ada harus benar-benar dihemat. Walaupun orang tua tidak pernah melarang saya membeli mainan, seingat saya saya tidak memiliki satu mainan pun di rumah.

Karena memang saya tidak pernah meminta dari mereka. Koleksi mainan  saya kosong melompong. Palingan kalau ingin mainan, saya membuatnya sendiri menggunakan kayu-kayu atau barang bekas.

Hal yang paling membuat saya tidak berani minta uang untuk mainan adalah karena ibu turut bekerja menjadi buruh harian di pertanian jahe atau tembakau. Begitu kerasnya orang tua bekerja untuk memastikan saya dan adik bisa makan dengan baik.

Saya tidak tega jika mengambil hasil keringat ibu hanya untuk mainan..

Jadi ketika musim jahe, ibu akan bekerja dari pagi hingga sore disawah. Ikut mencangkul dan juga menanam sampai proses memanen. Sayapun sering ikut disana membantu setelah pulang sekolah dan sesudah menyajikan makanan untuk sapi peliharaan.

Bahagia itu sederhana

Walaupun keseharian saya tidak jauh-jauh dari sawah dan bekerja, entah mengapa saya sangat merasa bahagia. Berada disamping orang tua setiap hari dan membantu mereka bekerja membuat hati ini senang.

Di rumah tugas utama adalah bersih-bersih sehingga ketika ibu atau bapak pulang sudah mendapati rumah yang nyaman. Melihat senyum mereka adalah kebahagiaan yang tidak bisa disembunyikan lagi.

Dulu itu belum ada pipa yang bisa masuk ke dapur, jadi harus mengambil di saluran umum yang sudah disediakan. Air untuk memasak di dapur harus ditampung dengan gerabah besar. Nah, sayapun setiap sore harus memastikan gerabah ini tetap penuh agar dipagi harinya ibu bisa memasak dengan persediaan air yang cukup.

Bagaimana dengan liburan?

Liburan saya ya melakukan ini setiap hari. Apalagi ketika liburan sekolah datang, maka sudah saatnya saya menginap di sawah seharian dari pagi sampai sore. Untuk apa? Untuk mengusir burung-burung yang mencoba memakan padi.

Entah mengapa setiap liburan sekolah hampir selalu berdekatan dengan masa-masa padi berbuah di sawah garapan bapak. Hasilnya nanti dibagi dua antara dengan pemilik tanah. Lumayan sekali untuk mensuplai pasokan makanan beberapa bulan ke depan.

Teman saya liburan yaitu burung-burung nakal dan jahil ini.

Saya memastikan bahwa tidak ada sebiji bulir pagi yang direnggut olehnya dan sebagian besar burung ini kabur.  Tapi ada juga lho yang lihai dan berhasil mengisi perutnya disaat saya sudah ngos-ngosan mengejar kawanan lain disawah yang seukuran 4 kali lapangan bola.

Dan ini seru banget.. Saking serunya saya jadi lupa untuk berfoto-foto dan mengabadikan momen-momen dimana saya masih kecil sampai SD.

Akhirnya bapak pun berhasil menyelesaikan masa belajarnya dan menjadi sarjana.

Kami semua berangkat ikut bapak ke acara wisudanya dan tak dinyangka tak dinyana bapak mengajak berfoto distudio dengan menggunakan motor hasil pinjaman dari tetangga. Waktu itu saya masih SD dan ingusan, kulit gelap karena kebanyakan dibelai sinar matahari.

Inilah satu-satunya foto kenangan saya ketika masih kecil.

Istripun sangat senang melihat foto ini, karena ia mendapakan bahan untuk mem-bully. Tidak berhenti sampai disitu, iapun menyanjung saya di foto itu karena mirip pentol korek  :)

10 tahun sudah berlalu dan akhirnya saya berhasil menamatkan sarjana di universitas terkenal di Indonesia. Kami pun berfoto bersama dan ini mengingatkan saya ketika masa kanak-kanak dulu pas foto diwisudanya bapak.

Itulah bahagianya masa kecil, mulai dari kucing-kucingan dengan burung pipit pemakan padi, bisa membantu ibu di rumah, mendapatkan makanan enak setiap hari dan tidak pernah kekurangan, mempunyai orang tua yang ulet dan pekerja keras.

Bahagia sekali..

Walaupun tidak dijejali dengan mainan, tapi saya bisa bermain dengan alam yang malah memberikan kesenangan yang jauh lebih besar. Setiap mengenang kejadian di masa lalu, senyum pun mengembang dan bahkan diiringi tawa kecil.

Oh ya, cukup sekian dulu.. Saya mau selfie... wkwkwkwkwkwkwkwkwkwk....


Baca juga :
Read More

Kamis, 09 Februari 2017

Cara Elegan Menyikapi Pertengkaran di Rumah Tangga

Pernikahan merupakan ritual untuk menyatukan dua individu yang berbeda. Tidak hanya jenis kelamin tapi juga sifat, tingkah laku, kebiasaan dan pola pikir.

Dalam menjalaninya tidak hanya hal indah yang dirasakan, pasangan suami istri pasti pernah merasakan masa dimana satu sama lain berbeda sudut pandang yang memicu pertengkaran.


Suasana damai tiba-tiba musnah, yang ada hanya amarah. Kisah romantis yang pernah singgah dan dijalani bersama tidak diingat lagi, kesalahan pasanganlah yang terngiang-ngiang.


Jika dibiarkan berlama-lama, kondisi ini tidak menyejukkan. Aura rumah kok tidak enak, kenyamanan itu menguap entah kemana.

Nah ketika hal ini terjadi, beberapa tips dibawah ini bisa membantu dan semoga kondisi rumah menjadi nyaman, bahagia dan tentram kembali.

Coba ini!!

Berikut cara menyikapinya:

  • Saat berselisih paham hindari perdebatan yang panjang karena akan memperparah keadaan pertengkaran. Beri ruang saat pasangan sedang meledak emosinya dengan menahan sedikit kemarahan kita. Ambil sikap diam dan mendengarkan.
  • Apabila sudah terlanjur saling meluapkan amarah, menjauh untuk sementara waktu atau cari tempat untuk menyendiri.
  • Untuk meredakan amarah ingatlah moment indah bersama pasangan misalnya saat berlibur bersama atau saat diberikan sesuatu yang istimewa, dll. Tidak sedikit perbincangan orang yang mengungkit kejelekan pasangannya saat sedang marah, sehingga itu akan lebih memperparah keretakan rumah tangga. Padahal sebelumnya pasanganya tersebut sudah melakukan banyak hal baik untuknya.
  • Jangan sungkan untuk meminta maaf terlebih dahulu kepada pasangan. Saat masih pacaran istilah ngambek pasti sering dialami, tapi setelah menikah sudah bukan masanya mengedepankan sikap egois pada pasangan. Entah siapa yang terlebih dahulu memulai pertengkaran, mulailah untuk mengalah dengan meminta maaf terlebih dahulu. Itu bisa menambah nilai kita dimata pasangan dan kita akan semakin dihargai sehingga semakin disayang.
  • Untuk yang telah memiliki anak, hindari pertengkaran didepan mereka, karena kita adalah panutan baginya. Akan terkesan lucu ketika anak kita membicarakan pertengkaran yang dialami orang tuanya kepada orang lain.

Ketika sudah berani mengambil keputusan untuk berumah tangga, kita harus sudah siap dengan segala tantangannya.

Kuncinya bersikap dewasa dan bijaksana

Dan yang paling penting ketika terjadi perselisihan adalah keinginan untuk segera meminta maaf. Situasi tegang pun mulai meleleh dan kedamaian di rumah datang kembali.

Semoga bermanfaat.

Baca juga :
Read More

Minggu, 14 Februari 2016

Tips n Trik Berhemat Uang Belanja Bulanan



Menyandang gelar sebagai seorang istri dan menjadi ibu rumah tangga, banyak tantangan yang dihadapi.

Salah satunya yaitu mengelola uang belanja.

Tidak jarang saat seorang wanita membawa sejumlah uang yang diperuntukkan untuk belanja keperluan rumah tangga, banyak godaan untuk membelanjakan uang tersebut untuk kesenangan pribadi.

Godaannya banyak..

Masalah yang ditimbulkan tentu penyesalan karena keperluan rumah tangga tidak dapat tercukupi selama periode uang belanja tersebut dipergunakan.

Baca juga :

  1. 5 kriteria toko yang menjadi favorit anda untuk berbelanja
  2. Ini dia belanja yang ga bikin macet dan ribet


Coba terapkan trik berikut ini!!

Berikut tips dan trik berhemat sehingga uang belanja bisa mencukupi kebutuhan rumah tangga:

1. Targetkan uang belanja dipergunakan hanya 75% dari total uang yang dimiliki. 

Misalkan dalam sebulan uang belanja sebesar Rp.2.000.000

Maka :

  • Target maksimal uang yang akan dibelanjakan yaitu sebesar Rp.1.500.000, 
  • sisanya sebesar Rp.500.000 bisa disimpan di tempat lain diluar dompet yang digunakan sebagai cadangan saat target tidak bisa dicapai. 


Ketika sudah tiba dipenghujung bulan..

Uang target ternyata pas sesuai perhitungan..

Nah masih ada sisa yang 500 ribu kan??

Barulah itu bisa digunakan untuk bersenang-senang dan membeli barang yang sudah diidam-idamkan.

Kalau mau..

Akan lebih baik jika ditabung..

Kalau mau lho..


2. Pilah uang belanja ke beberapa “pos”

Misalkan dari uang belanja Rp.1.500.000 yang ditargetkan dalam sebulan

  • Rp.500.000 untuk keperluan bulanan (susu,sabun,pasta gigi,kecap,minyak goreng, beras,bawang), 
  • Rp.700.000 untuk keperluan harian (sayur, lauk, bumbu, dll) dan 
  • Rp.300.000 untuk keperluan tidak terduga (gas, air,pulsa listrik, dll)
Dengan menganggarkan pos seperti ini, anda bisa menyusun strategi agar pengeluaran tidak berlebih dan bijak dalam berbelanja..


3. Saat awal periode, rencanakan belanja bulanan  dengan teliti. 

Sebelum berbelanja
Catat semua barang yang sudah habis atau akan habis dalam satu bulan ke depan.

Sehingga,,
Anda tidak perlu berbelanja untuk kedua kalinya di pertengahan bulan.

Mengapa??

Berbelanja satu dua barang di pertengahan bulan itu biasanya boros.

Iya boros..

Karena tangan biasanya gatal dan ketika ingin membeli satu barang, hasilnya bisa mebludak menjadi 5 barang.

Nah, keuangan yang sudah disusun pun bisa berubah dan malah menimbulkan kekurangan anggaran.


4. Tentukan tempat yang pas ketika belanja

Untuk belanja bulanan cari tempat berbelanja yang menyediakan seluruh kebutuhan rumah tangga dengan harga yang murah

dan

Sering diadakan potongan harga, caranya bisa dengan menjadi member salah satu swalayan atau toserba.

Sebagai ibu modern mungkin sudah terbiasa browsing tempat belanja yang menyediakan diskon untuk member.

Kemudian

Jika ada promo beli 2 gratis 1, bisa dipertimbangkan juga.

Misalnya :

  • harga tisu normal adalah 10 ribu,
  • karena promo, dengan harga 2 bungkus tisu seharga 25ribu, ibu bisa dapat 3 bungkus tisu.
  • Nah, lumayan juga kan??
  • Bisa buat stok bulan depan, sehingga tidak perlu lagi membeli.
  • Hemat 5ribu dan bisa ditabung juga kan??



5. Untuk keperluan harian seperti sayur dan lauk,

Ibu bisa berbelanja 3 hari sekali ke pasar

dan

bahan yang sudah dibeli bisa disimpan di kulkas.

Semakin sering berbelanja
Hanya akan membuat kita membelanjakan uang tidak sesuai kebutuhan.

Atur waktu belanja agar pengeluaran tetap terjaga..



Intinya adalah disiplin

Inti dari semuanya adalah disiplin belanja


  • hanya yang dibutuhkan ya, 
  • bukan yang diinginkan.

Jika mau sukses dalam berhemat uang bulanan, beli yang dibutuhkan saja dan jangan yang diinginkan.

Susah ya??
Memang..

Karena sering ditengah jalan kita terjebak oleh keinginan yang tidak bisa ditunda lagi..

Kalau makanan sih boleh saja, yang penting harganya masih murah..

Yang bahaya kalau membeli barang dengan harga mahal dan tidak memiliki anggaran sama sekali.
Jebol sudah anggaran bulanan ibu..

Semangat mencoba ya..

Kontributor : Putri

Baca juga :
Read More

Minggu, 31 Januari 2016

Tingkah Tidur Anak Kecil yang Membuat Geli, Panik dan Kaget



Anda mempunyai anak kecil yang berusia di bawah 5 tahun?

Ataupun anda yang anak-anaknya sudah melewati masa-masa ini pasti pernah mengalami kejadian unik ketika si anak sedang tertidur.

Anak kecil atau balita itu memanglah sangat kreatif dalam menciptakan gaya-gaya tidur yang bisa membuat orang tuanya kaget.

Agar semakin terbukti, yuk kita intip beberapa kejadian dibawah ini yang bisa membuat anda geleng-geleng.

1. Hilang dari pelukan
Tiba-tiba si buah hati tidak ada dalam jangkauan tangan ketika anda berusaha untuk memeluknya.

Kemana dia?

Andapun akan dengan paniknya untuk segera bangun dan mencari jejaknya.
Eh,, tidak disangka dia sudah berada di kasur bagian bawah dan tidur dengan damainya.

Hatipun menjadi lega dan kembali memindahkan si kecil untuk tidur disamping anda.
Apakah dia berguling-guling dan berputar untuk bisa tidur di bawah ya?

Baca juga : Tidur di malam hari harus dalam keadaan gelap lho



2. Mendapatkan hentakan dasyat
Ketika anda tidur, tiba-tiba dikagetkan dengan goncangan hebat di perut, muka dan bagian badan lainnya.

Mengapa?
Karena si kecil dengan santainya menghempaskan kakinya dengan kekuatan penuh ke arah kita.

Jedaaarrrr....

Aughh.....

Anda bisa kaget dan sekaligus meringis mendapatkan belaian yang seperti ini.
Bukan cuma kaki saja, terkadang tinjunya juga sangat menyakitkan.


3. Ada bunyi jeduk
Lagi asyik-asyiknya tidur, tiba-tiba mendengar suara "jeduk" yang agak keras dan dibarengi tangisannya.



Sontak andapun akan kaget dan langsung mencari sumber suara.
Eh ternyat si kecil jatuh dari tempat tidur  dan harus cepat ditenangkan agar tangisnya tidak semakin dasyat.

Hal pertama yang dirasakan ketika mendengar suara seperti ini adalah panik.
Tapi harus cepat tenang juga ya..

Kan kita harus menenangkan si anak yang sedang menangis dan meringis menahan sakit.

Entah bagaimana caranya dia bisa melewati barikade 2 tubuh orang tuanya dengan baiknya.
Dan bahkan tidak disadari oleh mereka..

Kalau seperti itu, sebaiknya kasur harus ditata dengan baik agar anak aman ketika tidur.
Baca juga : Cara menata kasur agar balita aman ketika tidur


4. Memberi ciuman lembut
Bisakah si kecil melakukan ini ketika tidur? Bisa kok..

Begini ceritanya..

Di malam itu saya sedang lelap-lelapnya tidur.
Tiba-tiba saya merasakan sesuatu di mulut yang belum saya sadari apa itu.

Setelah mencoba terbangun dan mengamati apa yang terjadi, ternyata itu adalah jempol kaki si kecil.

Astaga.. sayapun langsung mengangkat kaki mungil itu dari mulut ini dan membenarkan posisi tidurnya kembali.

Benar-benar ciuman jempol kaki yang lembut dan dikenang abadi.


5. Mengigau sambil bernyanyi
Waktu itu anak saya lagi sedang senang-senangnya mendengar suatu lagu sampai-sampai saat tidurpun ia nyanyikan.

Di tengah mimpinya yang indah, mungkin disana dia menjadi seorang rock star yang sedang manggung di hadapan ribuan bayi lain, diapun menyanyikan reff lagu itu dengan sempurna.

Dan sesempurna keberhasilannya membuat saya dan istri terjaga akibat suaranya itu.
Hadeh...

Baca juga ; Bagaimana musik bisa membuat anda lebih sehat?


Memang begitulah anak kecil

Mungkin dijamana kita masih seumuran itu, hal-hal seperti diatas bisa saja dialami oleh orang tua ya.

Namanya juga anak kecil, dia memang jago dalam membuat kita terkaget dengan segala tingkah polahnya yang lucu..

Betul tidak??


Baca juga ya :
Read More

Senin, 22 Juli 2013

Diperlakukan Apapun Oleh "Dia", Tidak Akan Marah

Dikerjain bagaimanapun olehnya, saya tidak akan marah.
  • Pas diajak bercanda, baju dikencinginya. 
  • Lagi tidur, rambut ditariknya
  • Pas lagi mimpi, dicium oleh terjangan kakinya
Weleh.. Ada-ada saja..



Anggota keluarga yang lain ketika kena perlakuan sama tidak ada yang marah. Mereka malah tertawa dengan tingkahnya. 

Semuanya senang dan tertawa..
Hahahahahaha....

Siapa dia?

Ya diperlakukan apapun oleh anak saya yang baru berumur 10 bulan, tidak akan ada yang marah. 

Semuanya malah semakin bersemangat mengajak bercanda demi mendengar lontaran teriakan-teriakan kecilnya.

Dia adalah pembawa keceriaan kepada keluarga dan kapanpun saya merasa lelah dan letih, senyumnya menguapkan itu semua sehingga hati menjadi gembira kembali.

Anak seumuran ini sedang lucu-lucunya.

Tingkahnya selalu bikin hati adem dan malas sekali untuk meninggalkannya di rumah karena harus pergi meraup rejeki.

Tapi bekerja harus tetap dong!!

Nanti apa yang dipakai untuk membeli makanan, pakaian, popok dan segala kebutuhannya? Ya rejeki hasil bekerja tadi.

Makanya setelah selesai bekerja dan tiba di rumah, hal yang paling saya senang lakukan adalah bercanda dan bercakap dengannya.

Apapun pertanyaannya, dia selalu menjawab dengan auman "aow"..
Aow aow aow aow....

Beberapa tahun berlalu..

Sekarang si kecil masih tetap sebagai anak kecil dengan umur mendekati usia sekolah. Ia sudah terus merengek minta pergi ke sekolah.

Cepat banget ya waktu berlalu..

Sudah bisa minta ini dan itu, padahal dulu masih nyahut "aow" saja. Iklan makanan yang tayang di televisi semua ingin dibeli.

"pak beli es krim coklat ini ya!"
"pak beli robot itu ya!"
"bu beli susu itu ya!"

Semua diminta..

Dan sebagai ayah yang baik, saya selalu membelikan barang-barang yang benar-benar dibutuhkannya saja.

Kalau semua dibelikan, dompet bisa marah-marah karena hak miliknya saya renggut terus.. :)

Selalu ceria

Si kecil ketika 10 bulan memang selalu memberikan kejutan-kejutannya. Mulai dari jambakan, tendangan dan sering juga pukulan.

Dan kami semua senang..
Itulah daya magis bayi lucu..

Tapi ketika sudah mulai beranjak gede, ketika mulai melakukan hal-hal yang kurang pantas, teguran mesti dilayangkan.

Tujuannya tentu untuk membuatnya semakin mengerti dengan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

Itulah pendidikan moral yang bisa diberikan kepada si anak.


Baca juga :
Read More

Minggu, 23 Juni 2013

Kejutan di 3 Bulanan Satya

Di Bali, bayi yang baru berusia tiga bulan akan dibuatkan upacara untuk pemberian nama pertama kali dan secara resmi bayi boleh menginjak tanah pertama kali.

Upacaranya sudah dimulai sejak jam 4 dini hari, mulai dari mempersiapkan bahan upacara dan lainnya. Acara inti baru dimulai pada pukul 9 pagi.

Nah, ada yang unik pada upacara anak saya kali ini. Ketika upacara sudah mau selesai, tiba-tiba ada 3 orang bule datang. Saya bingung, kok ada bule yang datang kesini. Kemudian mereka menyerahkan bingkisan sebagai hadiah untuk upacara anak saya. Wah, darimana bule ini tahu kalau saya sedang ada upacara sekarang. 

Ternyata yang mengajak bule itu datang adalah paman saya yang kebetulan seorang tour guide. OO.. jadi sama paman datangnya. Hadiahnya adalah gambar gajah yang lucu diatas itu. Kami pun mengobrol dengan asyik sambil bercanda tawa dan tak lupa saya ucapkan terima kasih. Mereka datang dari Swiss dan berlibur di Bali.

Senangnya ada bule yang berkunjung ke rumah kami.. hehehehe... Lain kali datang lagi ya guys..
Read More

Jumat, 21 Juni 2013

Anak-ku Suka Sama Buku, Mudah-mudahan Terus Keranjingan

Istri meminta saya untuk membelikan "soft book" untuk anak kecil kami, Satya. Iya, saya sangat ingin nantinya Satya gemar membaca dan langkah awal yang coba ditempuh adalah membelikannya softbook.

Si kecil saat itu berusia 8 bulan.



Apa itu softbook?

Softbook adalah benda mirip buku terbuat dari kain dan didalamnya terdapat mainan kecil yang ketika dipencet ada bunyinya. Isi bukunya adalah gambar binatang dalam bahasa inggris. Tulisannyapun sederhana dan singkat.

Ketika saya bacakan misalnya "arf arf arf, the dog says arf", Satya akan mendengarkan dengan baik dan dia duduk santai sambil memegang bukunya. Ini saya lakukan sering untuknya.

Kemudian ketika melihat tumpukan buku saya yang nongkrong di rak, ia akan berusaha menggapai dan meraihnya. Ketika didapat, Satya akan memainkan buku itu. Tingkahnya lucu dan ia bisa menghabiskan waktu lama bermain dengan buku.

Kegiatannya ini selalu saya dampingi agar Satya tidak memakan bukunya. Jadi tetap perlu pengawasan dalam bermain.

Satya sangat menyukai buku dan saya akan terus mengenalkan buku-buku lain kepadanya. Agar nantinya Ia gemar membaca dan bisa menambah pengetahuannya. Terus membaca ya "Satya"...



Senang melihat anak rajin membaca

Sebagai orang tua, harapan saya adalah anak rajin belajar. Belajar berbagai macam hal dan yang penting sangat menggemari buku. Ketika melihat anak rajin bertatap-tatapan dengan buku, hati ini sungguh senang.

Buku bisa menjadi jembatan yang tepat untuk meningkatkan pengetahuan.

Dan sekarang Si Kecil sudah hampir 5 tahun. Ia sudah bisa mengucapkan dan mengenal huruf serta angka. Suatu permulaan yang bagus kan?

Saya hanya sering mendampinginya belajar dan mulai terus mengenalkan rangkaian huruf menjadi kata, kata menjadi kalimat. Lagian dia masih kecil, naluri bermainnya masih besar. Tidak bisa dipaksakan untuk duduk diam dan tenang.

Itu susah sekali.

Jadi sambil bermain, saya selipkan huruf dan rangkaiannya. Tujuannya adalah agar ia ingat dan nantinya semakin terbiasa. Hanya cara itulah yang bisa saya tempuh. Jadi anakpun tidak merasa terpaksa untuk belajar.

Dan kalau sudah lancar membaca, pastinya Satya akan sering saya ajak bermain ke toko buku. Beli buku apapun akan saya kabulkan.

Asalkan sering dibaca.. :)


Baca juga :
Read More